Ada yang lebih menyebalkan dari flu? Ada: nyeri tenggorokan saat flu. Hidung mampet masih bisa diakali, tapi tenggorokan yang perih setiap kali menelan โ minum sakit, makan sakit, bahkan menelan ludah pun sakit โ itu siksaan yang bikin seharian bad mood. Kalian pasti pernah merasakannya: bangun pagi dengan tenggorokan seperti diamplas, lalu seharian tersiksa.
Kabar baiknya, nyeri tenggorokan akibat flu ini umumnya bisa diredakan sendiri di rumah dengan cara-cara sederhana. Tidak perlu obat mahal, tidak perlu ramuan rumit. Berikut delapan cara efektif yang bisa kalian coba โ dari yang paling klasik sampai yang mungkin belum pernah kalian dengar.
1. Kumur Air Garam Hangat: Klasik tapi Ampuh
Cara tertua ini bertahan sampai sekarang karena memang bekerja. Garam membantu menarik kelebihan cairan dari jaringan tenggorokan yang bengkak, sekaligus menciptakan lingkungan yang tidak disukai kuman. Caranya: larutkan setengah sendok teh garam ke segelas air hangat, kumur selama tiga puluh detik, buang, ulangi beberapa kali. Lakukan tiga sampai empat kali sehari.
Satu catatan: airnya hangat, bukan panas. Air terlalu panas justru mengiritasi tenggorokan yang sedang meradang. Dan jangan ditelan โ kumur lalu buang. Cara sederhana ini dipercaya membantu mengurangi rasa perih dan membersihkan lendir yang menempel di tenggorokan.
2. Minum yang Hangat, Bukan yang Dingin
Saat tenggorokan meradang, minuman hangat itu seperti pelukan. Teh hangat dengan madu, air jahe, sup ayam bening, atau sekadar air hangat โ semuanya membantu melembapkan tenggorokan dan mengencerkan lendir. Madu sendiri dipercaya punya sifat menenangkan dan sedikit antibakteri, jadi kombinasi teh hangat plus madu itu favorit banyak orang karena alasan yang bagus.
Hindari minuman yang terlalu panas, berkafein berlebihan, atau bersoda saat tenggorokan sedang sensitif. Kopi boleh saja kalau kalian memang butuh, tapi imbangi dengan air putih yang banyak โ kafein bersifat diuretik ringan dan tubuh yang sedang flu butuh hidrasi maksimal. Ingat: dehidrasi bikin lendir mengental dan nyeri tenggorokan makin parah.
3. Istirahatkan Suara Kalian
Ini yang paling sering dilanggar. Tenggorokan sedang meradang, tapi kalian tetap ngobrol, teleponan, bahkan teriak-teriak. Padahal pita suara yang meradang butuh istirahat sama seperti otot yang cedera. Berbisik? Justru lebih melelahkan pita suara dibanding bicara normal dengan volume pelan. Jadi kalau memang harus bicara, bicaralah pelan dengan suara normal โ atau lebih baik diam sebentar.
Kalau pekerjaan kalian menuntut banyak bicara โ guru, penyiar, customer service โ pertimbangkan untuk mengurangi beban bicara selama dua tiga hari. Tenggorokan yang dipaksa bekerja saat meradang sembuhnya lebih lama, dan risikonya suara jadi serak berkepanjangan. Sayangi pita suara kalian.
4. Jaga Kelembapan Udara
Udara kering adalah musuh tenggorokan yang meradang. AC yang menyala terus-menerus atau udara dingin membuat selaput lendir tenggorokan mengering, dan tenggorokan kering terasa jauh lebih perih. Solusinya: gunakan humidifier kalau ada, atau cara darurat โ taruh baskom berisi air di kamar, atau gantung handuk basah di dekat tempat tidur.
Mandi air hangat dengan uapnya juga membantu. Hirup uap hangatnya perlahan โ uap membantu melembapkan saluran napas dan mengencerkan lendir. Beberapa orang menambahkan minyak esensial seperti eucalyptus ke air panas untuk dihirup uapnya, dan banyak yang merasa lega karenanya. Pastikan jarak aman supaya tidak terkena air panasnya.
5. Hindari Pemicu Iritasi
Selama tenggorokan meradang, jauhi semua yang bisa memperparah iritasi. Asap rokok adalah musuh nomor satu โ baik merokok sendiri maupun jadi perokok pasif. Asap rokok mengiritasi tenggorokan yang sedang sensitif dan memperlambat penyembuhan. Kalau kalian merokok, masa flu adalah alasan terbaik untuk berhenti, atau setidaknya jeda dulu.
Selain itu: hindari makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, atau bertekstur kasar dan tajam seperti kerupuk โ semuanya bisa menggores tenggorokan yang sedang meradang. Pilih makanan yang lembut dan mudah ditelan: bubur, sup, yoghurt, pisang, telur rebus. Makan tetap harus jalan โ tubuh butuh energi untuk melawan virus โ tapi pilih yang bersahabat dengan tenggorokan.
6. Permen Pelega Tenggorokan dan Madu
Permen pelega tenggorokan (lozenges) membantu dengan cara sederhana: merangsang produksi air liur, dan air liur menjaga tenggorokan tetap lembap. Beberapa mengandung bahan seperti mentol yang memberi sensasi dingin menenangkan. Pilih yang tidak terlalu manis dan jangan dikonsumsi berlebihan.
Madu juga layak disebut tersendiri. Satu sendok madu murni โ atau dicampur air hangat dan perasan lemon โ dipercaya melapisi tenggorokan dan mengurangi rasa perih. Beberapa penelitian menunjukkan madu bisa membantu meredakan batuk malam hari. Catatan penting: JANGAN berikan madu pada bayi di bawah satu tahun karena risiko botulisme. Untuk anak di atas satu tahun dan orang dewasa, madu umumnya aman.
7. Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi
Tips yang jarang dibahas tapi berguna: saat flu, lendir cenderung menumpuk di tenggorokan saat kalian berbaring datar โ dan inilah yang bikin tenggorokan terasa makin perih saat bangun pagi. Solusinya sederhana: tinggikan posisi kepala dengan menambah bantal. Posisi ini membantu lendir mengalir dan mengurangi iritasi tenggorokan semalaman.
Tidur yang cukup sendiri adalah obat. Saat tidur, sistem imun bekerja paling giat melawan virus. Usahakan tidur tujuh sampai delapan jam, dan jangan begadang dengan alasan "nanti juga sembuh". Kalian tidak akan sembuh lebih cepat dengan begadang โ justru sebaliknya.
8. Obat Pereda Nyeri Bila Perlu
Kalau nyerinya cukup mengganggu sampai sulit makan atau tidur, obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen bisa membantu. Keduanya bekerja meredakan nyeri sekaligus menurunkan demam yang sering menyertai flu. Ikuti aturan pakai pada kemasan dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Perhatian: jangan berikan aspirin pada anak-anak dan remaja karena risiko sindrom Reye yang serius. Untuk anak, pilih obat yang memang diformulasikan untuk anak dan konsultasikan dengan apoteker atau dokter bila ragu. Obat pereda nyeri meredakan gejala โ bukan menyembuhkan flu-nya โ jadi tetap imbangi dengan istirahat dan hidrasi yang cukup.
Kapan Nyeri Tenggorokan Harus ke Dokter?
Sebagian besar nyeri tenggorokan akibat flu membaik dalam lima sampai tujuh hari. Tapi ada tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan: nyeri yang sangat hebat sampai tidak bisa menelan air liur, demam tinggi di atas tiga puluh delapan koma lima derajat yang tidak turun-turun, ada bercak putih atau nanah di amandel, leher bengkak dan nyeri, atau suara serak yang tidak membaik setelah dua minggu.
Waspadai juga kalau disertai ruam, nyeri sendi, atau darah dalam air liur. Tanda-tanda ini bisa mengindikasikan infeksi bakteri seperti radang tenggorokan streptokokus yang membutuhkan antibiotik โ dan antibiotik hanya boleh diberikan berdasarkan resep dokter setelah pemeriksaan. Jangan menebak-nebak sendiri dan jangan minum antibiotik sisa orang lain. Itu berbahaya.
Akhir Kata
Jadi, nyeri tenggorokan saat flu itu memang menyiksa, tapi delapan cara di atas โ kumur air garam, minuman hangat, istirahat suara, udara lembap, hindari iritan, madu dan permen pelega, tidur dengan kepala tinggi, dan obat pereda bila perlu โ bisa membuat masa penyembuhan jauh lebih nyaman. Kuncinya: sabar dan konsisten. Flu butuh waktu, dan tubuh kalian sedang bekerja keras. Dukung dia dengan istirahat, hidrasi, dan makanan yang lembut. Semoga lekas sembuh dan bisa menelan dengan bahagia lagi!